Tampilkan postingan dengan label Pariwisata Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata Indonesia. Tampilkan semua postingan
Rabu, 14 Desember 2011 di 19.23 Diposting oleh Kitaro 1 Comment

DAMAI: Masjid dan gereja dibangun berdekatan di satu lokasi di Desa Mopuya,Dumoga Utara, Bolmong. Bangunan ini telah ada sejak tahun 1973.

Warga Desa Mopuya, Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow menjadi cermin betapa indahnya hidup damai. Masjid, gereja, pura telah puluhan tahun berdiri berdekatan tanpa saling mengusik satu sama lain. Malah tahun 1970 an, satu bangunan gantian dijadikan tempat beribadah.

Laporan Firman Tobeleu, Dumoga

Untuk mencapai Desa Mopuya, di utara Dumoga, butuh waktu hampir satu jam, dari pusat kota Kotamobagu. Letaknya cukup jauh sekira 40 km dari Kotamobagu jika menggunakan kendaraan darat. Saat memasuki desa ‘unik’ ini, tak ada kesan kalau di Mopuya, warganya memeluk satu agama besar. Nanti setelah berjalan lebih jauh ke desa, baru kelihatan kalau di Mopuya didiami pemeluk multi agama. Berdasarkan keterangan warga setempat, awal mulanya penduduk Mopuya terbentuk sekira September 1972, sebanyak 100 KK transmigran asal Bojonegoro dan Banyuwangi di Jawa Timur ditempatkan di Desa Mopuya Selatan, dan Kecamatan Dumoga Utara.

Semula tidak bisa dipercaya, karena letak masjid dibangun berdempetan dengan gereja. Di sisi kanan lahan seluas beberapa km2 berdiri dengan megah Masjid Al-Muhajirin, sementara di sisi lain adalah Gereja Masehi Injil Mopuya (GMIM), Pura yang lengkap dengan ukiran khas Bali, serta gereja Protestan lain seperti Advent dan Pantekosta, serta gereja Katolik bagi warga dari etnis Tionghoa. Rumah ibadah ini telah berdiri sejak 70-an. “Kalau terdengar ada kekisruhan, itu persoalan pekerja tambang, bukan masyarakat Dumoga,” kata I Ketut Gunawan, seorang pemuka agama Hindu di Dumoga.

Menurutnya, kerukunan yang terjalin di Dumoga sudah sangat mengakar, sehingga sulit untuk diuraikan. Apalagi, saat ini sudah banyak yang saling kawin mawin. “Kerukunan merupakan komitmen bersama. Alasannya, Dumoga tanah karunia yang diciptakan Tuhan dengan sangat subur. Karena itulah, setiap warga di Dumoga tidak ingin merusaknya,” ungkap Gunawan.


Saat Nyepi beberapa waktu lalu menjadi bukti kuatnya kerukunan di Dumoga. Umat Islam dan Kristen tidak memprotes pengalihan jalur kendaraan karena umat Hindu sedang merayakan Nyepi, “Justru mereka (Islam dan Kristen) turut membantu,” tambah I Ketut Warti.Jefri Tumelap, tokoh pemuda Kristen di Dumoga ikut bercerita pelaksanaan pengucapan syukur warga Dumoga. Semua warga turut bersama-sama merayakan syukuran, mengagungkan Tuhan yang sudah memberikan nikmat kepada warga Dumoga. “Kerukunan di Dumoga sudah menjadi budaya bahkan kebiasaan. Semuanya sama dalam keyakinan masing-masing,” ujar Jefri.


Demikian pula, bulan Ramadhan dan jelang lebaran. Dalam mempersiapkan lapangan untuk dipakai sholat idul fitri, umat Hindu dan Kristen turut membantu menyiapkan segala perlengkapan. “Membersihkan lapangan, memasang pagar, memasang janur dan sebagainya. Saling Bantu membantu juga sudah menjadi kebiasaan,” tutur Faisal, warga Mopuya.


Menurut sejarah, desa ini dulunya hutan belantara.Penduduknya kebanyakan pendatang. Oleh pemerintah setiap warga diberi rumah dengan tipe RSS. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, mereka bercocok tanam jagung dan kedelai.


Setelah setahun lebih berada di sana, mereka mulai berpikir untuk memiliki rumah ibadah. Awalnya, tempat ibadah menggunakan gudang logistik tempat penyimpanan sembako milik Kanwil Transmigrasi. Warga bergotong-royong membersihkan gudang itu, baik Muslim maupun Nasrani. Di hari Jumat, tempat ini digunakan untuk shalat Jumat, dan di hari Minggu untuk kebaktian.


Selain orang Jawa, di Mopuya juga terdapat orang Bali. Orang-orang Bali mulai banyak ke luar daerahnya setelah meletusnya Gunung Agung pada tahun 1963. Di Dumoga, mereka tersebar di beberapa desa, termasuk Mopuya.


Ide awal membangun rumah ibadah masing-masing muncul dari Kanwil Transmigrasi. Dan pada tahun 1973, mulailah dibangun tempat-tempat ibadah. Masing-masing pemeluk agama mendapat 2.500 meter persegi. Untuk umat Islam ditambah 2.500 meter persegi lagi untuk membangun madrasah. Jadilah enam rumah ibadah: Masjid Jami’ Al-Muhajirin, GMIBM anggota PGI Jemaat Immanuel Mopuya, Pura Puseh Umat Hindu, Gereja KGPM Sidang Kalvari Mopuya, Gereja Katolik Santo Yusuf Mopuya, dan Gereja Pantekosta.


Karena karakteristiknya yang unik, damai, dan pluralis, desa ini pernah menjadi proyek percontohan atau model toleransi dan pluralisme agama bagi masyarakat internasional. Sekira tahun 2000 an awal, Menteri Tarmizi Taher dan Gubernur Sulut EE Mangindaan pernah diundang pemerintah Amerika Serikat untuk presentasi mengenai kehidupan keberagamaan di Indonesia, khususnya komunitas Mopuya.



Artikel ini di kutip dari :
1. Manado Post
2. Majalah Tempo Online
Dan juga versi lengkapnya di Majalah Tempo.

Semoga dengan adanya artikel ini semua orang akan saling menghormati antara umat beragama, tak ada lagi kata permusuhan di antara kita.. karna "TORANG SAMUA BASUDARA (Kita Semua Bersaudara)" jadikan kota atau desa kita menjadi teladan seperti yang di tunjukkan di Desa Mopuya. SALAM DAMAI UNTUK INDONESIA KU

Sabtu, 05 Maret 2011 di 05.33 Diposting oleh Kitaro 0 Comments





Jam Gadang adalah sebutan bagi sebuah menara jam yang terletak di jantung Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat. Jam Gadang adalah sebutan yang diberikan masyarakat Minangkabau kepada bangunan menara jam itu, karena memang menara itu mempunyai jam yang "gadang", atau "jam yang besar" (jam gadang = jam besar; "gadang" berarti besar dalam bahasa Minangkabau).Jam Gadang dibangun pada tahun 1926 oleh arsitek Yazin dan Sutan Gigi Ameh. Jam ini merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada Controleur (Sekretaris Kota).

Jam Gadang Bukittinggi



Simbol khas Bukittinggi dan Sumatera Barat ini memiliki cerita dan keunikan dalam perjalanan sejarahnya. Hal tersebut dapat ditelusuri dari ornamen pada Jam Gadang. Pada masa penjajahan Belanda, ornamen jam ini berbentuk bulat dan di atasnya berdiri patung ayam jantan.

Pada masa penjajahan Jepang , ornamen jam berubah menjadi klenteng. Sedangkan pada masa setelah kemerdekaan, bentuknya ornamennya kembali berubah dengan bentuk gonjong rumah adat Minangkabau .

Angka-angka pada jam tersebut juga memiliki keunikan. Angka empat pada angka Romawi biasanya tertulis dengan IV, namun di Jam Gadang tertera dengan IIII.

Dari menara Jam Gadang, para wisatawan bisa melihat panorama kota Bukittinggi yang terdiri dari bukit, lembah dan bangunan berjejer di tengah kota yang sayang untuk dilewatkan.

Saat dibangun biaya seluruhnya mencapai 3.000 Gulden dengan penyesuaian dan renovasi dari waktu ke waktu. Saat jaman Belanda dan pertama kali dibangun atapnya berbentuk bulat dan diatasnya berdiri patung ayam jantan.

Untuk mencapai lokasi ini, para wisatawan dapat menggunakan jalur darat. Dari kota Padang ke Bukittinggi, perjalanan dapat ditempuh selama lebih kurang 2 jam perjalanan menggunakan angkutan umum. Setelah sampai di kota Bukittinggi, perjalanan bisa dilanjutkan dengan menggunakan angkutan kota ke lokasi Jam Gadang.

Lebih Jauh Tentang Jam Gadang



Sepintas, mungkin tidak ada keanehan pada bangunan jam setinggi 26 meter tersebut. Apalagi jika diperhatikan bentuknya, karena Jam Gadang hanya berwujud bulat dengan diameter 80 sentimeter, di topang basement
dasar seukuran 13 x 4 meter, ibarat sebuah tugu atau monumen. Oleh karena ukuran jam yang lain dari kebiasaan ini, maka sangat cocok dengan sebutan Jam Gadang yang berarti jam besar.

Bahkan tidak ada hal yang aneh ketika melihat angka Romawi di Jam Gadang. Tapi coba lebih teliti lagi pada angka Romawi keempat. Terlihat ada sesuatu yang tampaknya menyimpang dari pakem. Mestinya, menulis angka Romawi empat dengan simbol IV. Tapi di Jam Gadang malah dibuat menjadi angka satu yang berjajar empat buah (IIII). Penulisan yang diluar patron angka romawi tersebut hingga saat ini masih diliputi misteri.

Tapi uniknya, keganjilan pada penulisan angka tersebut malah membuat Jam Gadang menjadi lebih “menantang” dan menggugah tanda tanya setiap orang yang (kebetulan) mengetahuinya dan memperhatikannya. Dari beragam informasi ditengah masyarakat, angka empat aneh tersebut ada yang mengartikan sebagai penunjuk jumlah korban yang menjadi tumbal ketika pembangunan. Atau ada pula yang mengartikan, empat orang tukang pekerja bangunan pembuatan Jam Gadang meninggal setelah jam tersebut selesai. Masuk akal juga, karena jam tersebut diantaranya dibuat dari bahan semen putih dicampur putih telur.

Jika dikaji apabila terdapat kesalahan membuat angka IV, tentu masih ada kemungkinan dari deretan daftar misteri. Tapi setidaknya hal ini tampaknya perlu dikesampingkan.
Sebagai jam hadiah dari Ratu Belanda kepada controleur (sekretaris kota), dan dibuat ahli jam negeri Paman Sam Amerika, kemungkinan kekeliruan sangat kecil. Tapi biarkan saja misteri tersebut dengan berbagai kerahasiaannya.

Namun yang patut diketahui lagi, mesin Jam Gadang diyakini juga hanya ada dua di dunia. Kembarannya tentu saja yang saat ini terpasang di Big Ben, Inggris. Mesin yang bekerja secara manual tersebut oleh pembuatnya, Forman (seorang bangsawan terkenal) diberi nama Brixlion.

Jumat, 14 Januari 2011 di 23.48 Diposting oleh Kitaro 2 Comments

Berikutnya kita akan menjelajahi wisata alam dari Kabupaten Pacitan, ehmm inikan juga tempatnya bapak presiden kita Pak SBY, hehhe yaudah nieh silahkan liat-liat betapa indahnya alam indonesia yang ada di Kabupaten Pacitan, mari ke TKP... cabuttt....



Kabupaten Pacitan terletak di ujung Barat Daya Provinsi Jawa Timur, Wilayah bagian Utara berbatasan dengan Kabupaten Ponorogo, Di Timur Kabupaten trenggalek, Di Selatan berbatasan dengan Samudera Hindia, dan di Barat berbatasan dengan Kabupaten Wonogiri (Jateng). Kota yg terbagi menjadi 12 kecamatan ini memiliki pesona wisata yg sangat menakjubkan, Tak banyak orang tau memang mengenai keindahan wisata kabupaten Pacitan ini. Wisata Alam seperti Pantai dan Goa merupakan andalan kabupaten pacitan di sektor pariwisata. Kota yg juga dijuluki Kota 1001 Goa ini benar-benar memiliki keindahan yg tiada tara dalam hal wisata alam pantai.

Sayang memang, obyek wisata yg begitu mempesona ini masih belum bisa menjadi primadona di sektor wisata khususnya jawa timur. Padahal jika dibandingkan daerah lain, wisata alam pantai di Pacitan sangat jauh lebih menakjubkan dan membuat kita berdecak kagum. Bahkan, pantai disana sangat alami dengan pasir putih nan lembut berpadu air yg bening serta panorama keindahan batu yg nampak seperti mengapung di lautan. Sangat sempurna. Tak hanya itu, kabupaten Pacitan juga menawarkan kemegahan Goa nya, seperti Goa Gong, Goa terbesar di Asia ini sangat mempesona dengan batu-batu yg terbentuk indah alami oleh tetesan air, membuat mata seakan tak percaya dan takjub menyaksikan maha karya Tuhan yg maha besar.

Goa Gong


 

Gua yang terletak di Dusun Pule, Desa Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan ini merupakan gua yang terindah dan terdalam diantara gugusan gua-gua yang terletak di disekitarnya. Karena masih ada beberapa gua lain yang letaknya tidak terlalu jauh dari Gua Gong, seperti Gua Tabuhan dan Gua Putri. Alkisah waktu itu, Dusun Pule mengalami kemarau yang panjang, sehingga sulit untuk mencari air minum dan air untuk berbagai keperluan sehari-hari. Maka Mbah Noyo Semito dan Mbah Joyo mencoba mencari air ke dalam gua yang dianggapnya terlalu jauh dari rumah penduduk kurang lebih 400 meter. Dengan menggunakan alat penerangan tradisional berupa obor (daun kelapa kering yang diikat) hingga menghabiskan tujuh ikat, kedua kakek tersebut berhasil menelusuri lorong-lorong gua hingga menemukan beberapa sendang dan mandi di dalamnya. Peristiwa tersebut terhitung 65 tahun yang lalu yang dihitung mundur dari tahun 1995.

Atas penemuan tersebut, pencarian berikutnya pun dilakukan, tepatnya pada hari Minggu Pon tanggal 5 Maret 1995, berangkatlah sejumlah rombongan yang berjumlah delapan orang untuk mengeksplore lebih jauh tentang keberadaan gua tersebut. Singkat cerita akhirnya rombongan tersebut berhasil menyusuri gua yang keindahannya bisa dirasakan sampai sekarang”.

Goa Tabuhan



Cerita masyarakat sekitar, gua Tabuhan yang ditemukan oleh Kyai Santiko. Ia kehilangan lembu yg bersembunyi di sebuah gua. Lembu itu tidak ingin keluar dari gua, karena menyimpan banyak air. Setelah semak belukar dibersihkan, Gua itu dirawat oleh Raden Bagus Joko Lelono dan puteri Raden Ayu Mardilah.

Gua Tabuhan terletak di pantai barat daya Jawa Timur. Gua ini disebut Tabuhan karena bebatuan yg ada di gua ini bisa digunakan untuk bermain musik khas jawa dan juga kerap mengeluarkan suara khas gamelan jawa. Gua ini sangat spektakuler , dengan varilored stalagmites ke atas mencapai setinggi 50 meter menuju liontin stalagtites dibentuk oleh tetesan air dari atap. Hal ini disebut sebagai gua Tabuhan karena jika lapped akan menghasilkan suara seperti irama musik Jawa (gamelan).Gua ini terletak di desa Wareng, Punung - Pacitan sekitar 40 km dari kota Pacitan ke arah barat.

Goa Putri



Goa Putri adalah goa yang di dalamnya terdapat keindahan panorama stalagtit dan stalagmit yang cukup indeh. Goa ini dinamakan sebagai Goa Putri karena di dalam Goa stalagtit dan stalakmit nya konon mempunyai bentuk yang mirip seorang putri dan juga ditemukan tempat peristirahatan yang ada di dalam goa milik seorang putri.

Selain Wisata di Dalam Goa di Kabupaten Pacitan juga terdapat wisata airnya juga loh.., indah dech pokoknya, ga percay nyok baca nieh..

Sumber Air Panas Arjosari



Pemandian air panas ini menyimpan berbagai khasiat dan manfaat karena mengandung belerang, dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Terletak di Kecamatan Arjosari, kurang lebih 15 Km dari kota Pacitan. Dapat ditempuh dengan kendaraan roda 2 maupun roda 4.

Pantai Teleng Ria



Pantai Teleng Ria merupakan sebuah teluk. Pantai ini diapit oleh dua dataran tinggi yang merupakan bagian dari pegunungan kapur Selatan yang membujur dari Gunung Kidul ke Trenggalek, menghadap Samudera Indonesia. Kendati pantai ini disinari matahari yang terik, namun udaranya masih terasa sejuk layaknya hembusan angin pegunungan. Untuk masuk ke kawasan pantai ini harus membayar tiket Rp.5000,-/org dan Rp.2000,-/kendaraan Rp.10.000,- untuk bis. Masuk kawasan pantai terdapat banyak warung yang menjual beraneka macam makanan maupun cenderamata, juga terdapat Warung Said, Ngopi Yuk.

Pantai Srau



Pantai Srau merupakan salah satu objek wisata andalan Kabupaten Pacitan. Berpasir putih, memiliki deretan pohon kelapa yang rindang, dan pengunjung bisa berkeliling di semenanjung yang menjorok ke samudra , terlihat jelas bahwa Pantai Srau memiliki 3 sisi pantai, yaitu yang menghadap ke Timur, Selatan, dan Barat. Pantai ini terletak di kecamatan Pringkukuh pacitan, dari pantai ini kita bisa melihat 3 batu besar yg berjejer ditengah laut. Sangat indah dan menkjubkan.

Pantai Kalayar



Pantai Klayar berada di kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan, yang jaraknyasekitar 35 Km ke arah barat kota Pacitan. Pantai berpasir putih ini memiliki suatu keistimewaan yaitu adanya seruling laut yang sesekali bersiul di antara celah batu karang dan semburan ombak.
Di samping itu juga terdapat Air Mancur Alami yang sangat Indah. Air mancur ini terjadi karena tekanan ombak air laut yang menerpa tebing karang berongga. Air muncrat yang dapat mencapai ketinggian 10 meter menghasilkan gerimis dan embun air laut yang diyakini berkhasiat sebagai obat awet muda.

Gimana Sob.., baguskan tempat-tempat wisata di Kabupaten Pacitan..??
yoilah.., pokok'a yang indah, menarik, dan menawan hanya ada di Indonesia...

thanks to : <http://veroccanews.blogspot.com/2010/01/objek-wisata-kabupaten-pacitan-pesona.html>




di 03.58 Diposting oleh Kitaro 0 Comments

Wetzz.., sekarang saya akan mempromosikan daerah kelahiran saya nieh yaitu Manado ato Menado yang berada di Provinsi Sulawesi Utara (SULUT), Keindahan alam di Menado ga kalah indah di bandingkan di bali loh..hehehe di Menado terdapat berbagai jenis tempat yg indah-indah yang wajib anda kunjungi,.. yaudah nieh silahkan anda baca Artikelnya yang di kutip dari (http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Manado)

Kota Manado adalah ibu kota dari provinsi Sulawesi Utara. Kota Manado seringkali disebut sebagai Menado. Motto Sulawesi Utara adalah Si Tou Timou Tumou Tou, sebuah filsafat hidup masyarakat Minahasa yang dipopulerkan oleh Sam Ratulangi, yang berarti: "Manusia hidup untuk memanusiakan orang lain" atau "Orang hidup untuk menghidupkan orang lain". Dalam ungkapan bahasa Manado, sering kali dikatakan: "Baku beking pande" yang secara harafiah berarti "Saling menambah pintar dengan orang lain".

Kota Manado berada di tepi pantai Laut Sulawesi persisnya di Teluk Manado. Taman Nasional Bunaken terletak tidak jauh dari pantai Kota Manado.

Budaya dan Gaya Hidup
Musik tradisional dari Kota Manado dan sekitarnya dikenal dengan nama musik Kolintang. Alat musik Kolintang dibuat dari sejumlah kayu yang berbeda-beda panjangnya sehingga menghasilkan nada-nada yang berbeda. Biasanya untuk memainkan sebuah lagu dibutuhkan sejumlah alat musik kolintang untuk menghasilkan kombinasi suara yang bagus.

Secara umum kehidupan di Kota Manado sama dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Pusat kota terdapat di Jalan Sam Ratulangi yang banyak dibangun pusat-pusat pembelanjaan yang terletak di sepanjang jalur utara-selatan yang juga dikenal dengan tempat yang memiliki restoran-restoran terkenal di Manado. Akhir-akhir ini Manado terkenal dengan makin menjamurnya mal-mal dan restoran-restoran yang dibangun di sepanjang pantai yang memanfaatkan pemandangannya yang indah di saat menjelangnya matahari terbenam.

Kawanua
Masyarakat Manado juga disebut dengan istilah "warga Kawanua". Walaupun secara khusus Kawanua diartikan kepada suku Minahasa, tetapi secara umum penduduk Manado dapat disebut juga sebagai warga Kawanua. Dalam bahasa daerah Minahasa, "Kawanua" sering diartikan sebagai penduduk negeri atau "wanua-wanua" yang bersatu atau "Mina-Esa" (Orang Minahasa). Kata "Kawanua" diyakini berasal dari kata "Wanua". Kata "Wanua" dalam bahasa Melayu Tua (Proto Melayu), diartikan sebagai wilayah pemukiman. Sementara dalam bahasa Minahasa, kata "Wanua" diartikan sebagai negeri atau desa.

Pariwisata




Turis sedang mengendarai jetski dengan latar belakang pulau Manado Tua di lepas pantai kota Manado

Sebagai kota terbesar di wilayah ini, Manado merupakan tempat pariwisata yang penting bagi pengunjung. Ekowisata merupakan atraksi terbesar Manado. Selam Scuba dan snorkelling di pulau Bunaken juga merupakan atraksi populer. Tempat lain yang menarik adalah Danau Tondano, Gunung Lokon, Gunung Klabat dan Gunung Mahawu.


Dalam kurun waktu dua dekade terakhir, kegiatan pariwisata dengan pesat tumbuh menjadi salah satu andalan perekonomian kota. Primadona pariwisata kota Manado bahkan Provinsi Sulawesi Utara adalah Taman Nasional Bunaken yang oleh sementara orang disebut sebagai salah satu taman laut terindah di dunia. Taman Laut Bunaken adalah salah satu dari sejumlah kawasan konservasi alam atau taman nasional di Indonesia. Taman Laut Bunaken terkenal oleh formasi terumbu karangnya yang luas dan indah sehingga sering dijadikan lokasi penyelaman oleh turis-turis mancanegara. Pulau Bunaken adalah salah satu dari 5 pulau yang tersebar beberapa kilometer dari pesisir pantai Kota Manado. Letaknya yang hanya sekitar 8 Km dari daratan kota Manado dan dapat ditempuh dalam sekitar setengah sampai 2 jam, menyebabkan Taman Nasional ini mudah dikunjungi.





Pantai di kota Manado

Objek wisata lain yang menonjol di kota Manado adalah Kelenteng Ban Hin Kiong di kawasan Pusat Kota yang dibangun pada awal abad ke-19 dan diperbaiki pada tahun 1970. Klenteng ini terletak di Jalan Panjaitan. Klenteng ini terdiri dari bangunan yang dihiasi dengan ukiran-ukiran naga dan tongkat kayu berapi. Saat yang paling baik untuk mengunjungi klenteng ini yaitu pada saat Tahun Baru Imlek, saat dipertunjukkannya tarian tradisional Tionghoa. Juga pada saat kedatangan parade tradisional Tionghoa, Tai Pei Kong yang berasal dari abad ke-14. Peristiwa tersebut merupakan festival "Taoist" tahunan terbesar yang diadakan di Asia Tenggara, sehingga menarik pelancong dari negara lain. Lokasi wisata lainnya juga adalah Museum Negeri Sulawesi Utara dan Monumen (Tugu Peringatan) Perang Dunia Kedua.





Monumen Yesus Memberkati

Sebuah monumen yang diresmikan pada akhir tahun 2007 dan menjadi ikon baru kota Manado adalah Monumen Yesus Memberkati. Bangunan ini didirikan di atas bukit di perumahan Citraland Manado dan memiliki ketinggian 50 meter di atas permukaan tanah. Bangunan yang diprakarsai oleh Ir. Ciputra ini merupakan monumen Yesus Kristus yang tertinggi di Asia dan ke dua di dunia setelah Christ the Redeemer.




danau tondano

 

Selain memiliki objek-objek wisata yang menarik, salah satu keunggulan pariwisata kota Manado adalah letaknya yang strategis ke objek-objek wisata di hinterland, khususnya di Minahasa yang dapat dijangkau dalam waktu 1 s/d 3 jam dari kota Manado. Objek-objek wisata tersebut antara lain, Vulcano Area di Tomohon, Desa Agriwisata Rurukan-Tomohon, Panorama pegunungan dan Danau Tondano, Batu Pinabetengan dan Waruga di Sawangan.

Karena potensi wisata yang besar tersebut maka industri pariwisata di kota Manado telah semakin tumbuh dan berkembang yang antara lain ditandai dengan cukup banyaknya hotel dan sarana pendukung lainnya. Sampai tahun akhir tahun 2001, terdapat 67 buah hotel/penginapan, 15 buah biro perjalanan, 223 buah restoran dan rumah makan dari berbagai kelas.

Oleh karenanya meskipun cukup terpengaruh oleh krisis ekonomi dan situasi nasional yang kurang kondusif, tetapi pariwisata di kota Manado tetap berlangsung. Pada tahun 1998 kunjungan wisatawan mancanegara adalah 34.509 orang, menjadi 11.538 orang pada tahun 2000 dan agak meningkat pada tahun 2001 menjadi 12.301 orang. Sedangkan wisatawan Nusantara pada tahun 1998 berjumlah 432.993 orang, kemudian turun menjadi 279.014 orang pada tahun 2000 dan terakhir pada tahun 2001 agak meningkat menjadi 291.037 orang.

Manado Kota Pariwisata Dunia 2010
Untuk meningkatkan potensi pariwisata Manado, Jimmy Rimba Rogi sebagai Walikota periode 2005 - 2010, mencanangkan Manado sebagai Kota Pariwisata Dunia 2010, pencanangan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan potensi pariwisata di Kota Manado sehingga dapat diperhitungkan sebagai tujuan wisata dunia kelak. Beberapa kebijakannya yang paling dikenal adalah dengan melakukan relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang telah lama berdagang di Taman Kesatuan Bangsa atau dulunya disebut Pasar ‘45 dan mengembalikan fungsi trotoar sebagai tempat pejalan kaki bukan sebagai tempat berjualan PKL. Upaya yang dilakukannya sangat berkontribusi dalam hal diraihnya kembali penghargaan Adipura untuk kota Manado di tahun 2007.

Pusat Perbelanjaan dan Hiburan
Pusat perbelanjaan di Kota Manado mulanya terkonsentrasi di seputar Taman Kesatuan Bangsa (TKB)atau Pasar‘45. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi kota Manado, dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan ini, industri properti dan retail di Manado berkembang cukup pesat. bermula dari proyek reklamasi pantai yang dilakukan selama 10 tahun lebih, dibangun setelah jalan tepi pantai atau boulevard diresmikan tahun 1993 dan dinamai Jalan Piere Tendean atau yang lebih dikenal dengan Manado Boulevard.

Setelah reklamasi pantai selesai dibangulah proyek raksasa dengan dibukanya pusat-pusat perbelanjaan modern baru yaitu Mega Mall Manado, Manado Town Square, Blue Banter City Walk, IT Center Manado, Bahu Mall dan Mega Trade Center. Di sepanjang jalan ini pun terdapat beberapa hotel berbintang, restoran dan cafe yang menjajakan beraneka ragam makanan dan buka hingga larut malam. Pusat cinderamata khas manado dapat ditemukan di Jalan B.W. Lapian. Terdapat beberapa toko suvenir yang menjual makanan, busana, kerajinan tangan khas Manado/Sulawesi Utara.

Makanan khas
Makanan khas dari Kota Manado antara lain, Tinutuan yang terdiri dari berbagai macam sayuran. Tinutuan bukanlah bubur, sebagaimana selama ini orang mengatakannya sebagai bubur Manado. Selain Tinutuan, terdapat Cakalang Fufu yaitu ikan cakalang yang diasapi, ikan roa, Paniki (masakan dari kelelawar) dan RW (er-we) yaitu masakan dari daging anjing, babi Putar (1 ekor babi dibakar dengan cara diputar di atas bara api), biasanya dihidangkan di pesta-pesta, Babi Isi Bulu (terbuat dari daging babi yang diramu dengan bumbu-bumbu khas manado dan dibakar didalam bambu). Terdapat juga minuman khas dari daerah Manado dan sekitarnya yaitu "saguer" yaitu sejenis arak atau tuak yang berasal dari pohon enau. Saguer ini memiliki kandungan alkohol, Cap Tikus (minuman beralkohol tinggi dari proses fermentasi).

Makanan khas kota Manado lainnya yang juga cukup terkenal adalah nasi kuning yang cita rasa dan penyajiannya berbeda dengan nasi kuning di daerah lain. Selain itu ada juga masakan kepala ikan kakap bakar. Dabu-dabu adalah sambal khas Manado yang sangat populer, dibuat dari campuran potongan cabe merah, cabe rawit, irisan bawang merah dan tomat segar yang dipotong dadu dan terakhir diberi campuran kecap.

Untuk makanan ringan, Manado juga punya makanan khas sejenis asinan yaitu gohu dan es kacang. Gohu dibuat dari irisan buah pepaya yang direndam dalam larutan asam cuka, gula, garam, jahe dan cabe. Selain itu ada juga kue seperti lalampa (lemper berisi ikan cakalang yang diisi dalam segumpalan beras ketan dan dibungkus dengan daun pisang lalu dibakar), panada (sejenis roti goreng berisi ikan cakalang dan dibentuk dengan pilinan pada bagian tepinya), apang, kolombeng, panekuk, biapong (babi, wijen, "unti" (terbuat dari kelapa)). Dan yang tidak ketinggalan adalah, nasi jaha yang terbuat dari beras ketan yang dicampur dengan santan, jahe, bawang merah dan lain-lain, kemudian dimasukan ke dalam bambu lalu dibakar.

Kamis, 13 Januari 2011 di 22.37 Diposting oleh Kitaro 0 Comments

Inilah Indonesia Negara dengan penuh keaneka ragaman budayanya dan penuh dengan pemandangan alam yang sengat mempesona, bagi agan2 yang mau tau indahnya Indonesia..!!, sekarang saya akan sedikit mempromosikan pulau yg tidak asing lagi bagi kita bahkan pulau ini terkenal di seluruh negara, karena keindahan pantai dan budayanya, okey yuk kita telusururi 7 Pantai Terindah di Pulau Bali.., Berangkat...

1. Pantai Padang Bai




Pantai Padang Bai terletak di pelabuhan penyebrangan Bali – Lombok yaitu Padang Bai, pantainya cukup terjaga kebersihan dan keindahannya. Bagi pemancing dan para penyelam (diver) sangat suka dipantai ini. Karena biarpun bersebelahan dengan pelabuhan tetapi biota lautnya masih sangat terjaga dengan baik. Namun hati hati kalau mau menyelam disini, terkadang arusnya sangat kencang.

2. Pantai Legian dan Seminyak




Memang pantai yang terletak di utara pantai kuta mempunyai suasana yang sama dengan pantai Kuta, tetapi pantai di Legian dan Seminyak yang membedakan dengan pantai Kuta adalah kebersihan dan suasana yang tidak begitu ramai. Pantai legian dan seminyak ini merupakan tempat favorite memotret sunset saya, karena suasana sunset setiap harinya tidak pernah sama dan sangat unik.

3. Pantai Dreamland




Pantai ini sangat disukai turis turis mancanegara, pasir putihnya membentang sangat luas. Dan karang karang besar memperindah pantai ini, salah satu pantai pasir putih di bali yang sangat indah dan eksotik. Hanya sayang akses ke tempat ini agak susah karena harus memasuki komplek perumahan mewah dan jalan yang sangat curam kebawah, agar berhati hati dikala musim hujan.

4. Pantai Sanur




Daerah sanur dan sekitarnya salah satu daerah wisata yang pertama berkembang di Bali, kita dapat merasakan suasana desa dengan kedamaian dibandingkan di daerah pantai yang lain. Semenjak direnovasi besar besaran Pantai sanur saat ini berubah menjadi pantai yang sangat cantik dan bersahabat. Banyaknya aktivitas dan resort2 yang berada didaerah sanur tersebut membuat Pantai Sanur salah satu pantai alternative yang layak dikunjungi.

5.Pantai Amed dan Tulamben





Pantai Amed dan Tulamben adalah pantai yang bersebelahan, hampir mirip karakter kedua pantai ini. Tetapi pantai amed masih sangat perawan dan tidak banyak turis domestic yang dating kesini. Pantai Tulamben sangat disenangi oleh para Diver yang ingin menyelam disini. Karena disini terdapat kapal perang US yang karam dan tidak terlalu dalam. Sehingga pantai ini adalah salah satu pantai yang eksotik dibali.

6.Pantai Lovina




Pantai yang terkenal yang terletak di utara pulau Bali, karakter pasir disini sedikit berbeda dipantai pantai bali lainnnya karena pasir hitamnya. Selain itu yang sangat terkenal di Pantai Lovina ini adalah setiap pagi kita bisa menyaksikan segerombolan Ikan Lumba – lumba yang bermain di pantai ini, untuk melihat lumba lumba ini kita bisa menyewa perahu nelayan yang bisa dipesan dihotel atau langsung ke nelayannya. Jangan lupa membawa lensa tele dan wide, karena bisa saja tiba tiba lumba lumba tersebut muncul disamping anda.

7.Pantai Candi Dasa





Disebelah timur Pulau Bali dan 2 perjalanan dari Denpasar anda akan menemui daerah wisata yang cukup dikenal yaitu candi Dasa, dan keindahan pantainya yang sangat memukau. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di pantai ini, salah satunya adalah snorkeling dan diving bisa anda lakukan disini.
 <Thanks to :http://www.rileks.com/>




Pilih Kualitas Suara: Kaskus Radio (32kbps) | Kaskus Radio (HQ) 
Prambors Powered by Kaskus Radio: Prambors 102.2 FM

Pop up Players:
Windows Media Player Real Player Winamp iTunes
96 kbps (Non Stop Hits)ONLY/No DJs):
Windows Media Player Real Player Winamp iTunes

Powered by The Fantasy Blog


    ShoutMix chat widget

    Inget Jam

    Labels

    Followers